Bangunan yang menjadi tanggung jawab dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ini telah memasuki usia 42 tahun. Berlokasi di Jalan Ir. Sutami Nomor 57 Solo. Mulanya, bangunan TBJT berada di lingkungan keraton bersama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) dan Proyek Pengembangan Kesenian Jawa Tengah (PKJT) di Sasono Mulyo Baluwarti Surakarta. TBTJ digagas pertama kali berdasar SK Menteri Nomor 0276/0/1978, namun baru terealisasi pada 1981, dan dibangun atas prakarsa SD. Humardani, atau yang akrab dipanggil Pak Gendhon.
Dulu masyarakat Solo menyebutnya dengan TBS alias Taman Budaya Solo dan sudah rutin menjadi tempat pagelaran seni tradisional, seperti wayang kulit, keroncong, klenengan, dan musik rakyat, diluar derasnya event seni “modern” seperti SIPA dan lainnya. Berbagai ajang ini makin mengokohkan kuatnya Kota Solo sebagai Kota Budaya. Bukan hanya mempertontonkan ajang seni, TBTJ juga menyimpan koleksi yang beragam. Seperti galeri seni rupa yang mempunyai gedung sendiri. Lalu ada juga koleksi dokumentasi buku, foto, kaset suara, kaset video, VCD, DVD, serta mini DV dari berbagai karya seni.
Meski berada di kawasan timur Surakarta, keberadaan TBTJ nyaris tak absen dalam menggelar berbagai event seni. Hal ini juga dipengaruhi letaknya yang sangat dekat dengan ISI Surakarta dan UNS. Kedua perguruan tinggi ini turut meramaikan berbagai seni pertunjukan. Masyarakat yang ingin menggelar atau melihat agenda di TBTJ dapat mengakses website https://tamanbudayajateng.com baik agenda di Pendopo Ageng, Pendopo Alit Wisma Seni, Wisma Seni dan Teater Arena
Follow Berita KJtrending.com di Google News